Imigrasi Singaraja Deportasi Dua WNA Rusia

Singaraja — Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, kembali menjadwalkan pemulangan paksa atau deportasi terhadap dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia.

Kedua wanita berkebangsaan Rusia berinisial AT (30) dan ES (34), dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Kamis, (6/9) sekitar pukul 01.30 wita.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Ngurah Mas Wijaya mengatakan, pihaknya terpaksa mendeportasi dua wanita berkebangsaan Rusia, AT dan ES lantaran keduanya diduga melakukan tindakan asusila, dengan cara menawarkan jasa melalui aplikasi media sosial (medsos) pada umumnya beredar di masyarakat.

Nah, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, pihaknya pun langsung melakukan pengawasan keimigrasian, mengacu Pasal 68 Udang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Hasilnya, keduanya terlacak, dan tim akhirnya menemukan keduanya melakukan kegiatan tidak sepatutnya di salah satu hotel, seputaran Lovina, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

“Keduanya (AT dan ES) diduga telah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan norma agama dan norma kesusilaan. Ya, kegiatan negatif. Kegiatan yang mereka lakukan tentunya bakal menimbulkan permasalahan sosial, bahkan tidak menutup kemungkinan mengganggu ketertiban umum dan keamanan,” ungkap Kepala Imigrasi Ngurah Mas, di ruang kerjanya, Kamis (6/9) sore.

Sebelum dideportasi, imbuh Ngurah Mas, keduanya sempat menjalani detensi di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, sejak 30 Agustus 2018 lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya dikenakan tindakan administrasi keimigrasian sesuai Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Maka dari itu, kami putuskan langsung mendeportasi kedua WNA Rusia ke negara asalnya melalui bandara I Gusti Ngurah Rai,” pungkasnya.