Ingin Kelabui Petugas Imigrasi dalam pembuatan Paspor Seorang WNA Nigeria Diamankan

Singaraja, — Seorang warga negara asing (WNA) asal Nigeria bernama Charles George Albert, diamankan petugas Imigrasi Kelas II Singaraja, pada Rabu (2/5) lalu.

Charles diamankan lantaran terbukti menggunakan data permohonan penerbitan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI) diduga tidak sah.

Dokumen permohonan diduga tidak sah diantara berupa paspor Republik Indonesia dan Surat Perjalanan Laksana Paspor Republik Indonesia.

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Thomas Aries Munandar ketika ditemui mengatakan, Charles diamankan petugas Imigrasi saat mengajukan permohonan ke kantor Imigrasi Singaraja.

Kala itu, petugas loket curiga karena data permohonan penerbitan DPRI atas nama Komang Eli Agus Hermanto, Nomor KTP 5108042507120003 diterbitkan oleh Disdukcapil Provinsi Bali tidak sesuai dengan fisik pemohon.

Lebih janggal, sambung Thomas, pengajuan berkas permohonan dilakukan oleh Desak Putu Rika Kurniasih, mengaku sebagai istri pemohon.

Nah, ketika dilakukan proses wawancara oleh Kasubsi Lantas, Charles berusaha mengelabuhi petugas, dengan alasan tidak bisa bicara dan sedang mengalami gangguan pendengaran, akibat kecelakaan.

“Awalnya ngaku sebagai warga negara Indonesia. Namun, setelah kami gunakan tekhnik-tekhnik tertentu, sampai suruh dia menulis. Akhirnya dia pun mengaku, sebagai WNA asal Nigeria,” ungkap Thomas, Jumat (4/5).

Thomas memaparkan, Charles menggunakan data diri berupa KTP dengan nomor 5108042507120003 atas nama Komang Eli Agus Hermanto, satu lembar KK dengan nomor 5108042507120003 yang diterbitkan oleh Disdukcapil Buleleng tertanggal 28 Januari 2013, dan satu lembar akte kelahiran dengan nomor 303/ist/Bjr/2007 tertanggal 12 Juli 2007.

Mendapati data tersebut, pihak imigrasi langsung melakukan penelusuran terhadap dokumen yang dimiliki Charles.

Hasilnya, petugas imigrasi menemukan paspor Charles sebagai warga negara Nigeria, yang dikeluarkan tanggal 8 Januari 2015 dan berakhir pada 7 Januari 2020.

Hanya saja, ijin tinggal Charles sudah kadaluwarsa karena masa berlaku sudah habis pada September 2017 lalu.

“Selama ini dia (Charles) tinggal di Ubud. Masuk bulan Juni 2017 ke Bali, dan pernah melakukan perpanjangan izin tinggal di Imigrasi Ngurah Rai. Masa berlaku habis, sekarang dia malah berusaha ingin mendapatkan paspor Republik Indonesia,” terangnya.

Meski begitu, Thomas mengaku, belum mengetahui tujuan WNA asal Nigeria ingin mendapatkan paspor Indonesia.

Termasuk, keterlibatan pihak lain, utamanya Desak Rika.

“Tujuannya apa, ini masih kami dalami. Dugaan keterlibatan yang mengaku istri pemohon, kami masih dalami. Jika terbukti, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi,” imbuhnya.

Kini, Charles alias Komang Eli Agus Hermanto sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Akibat perbuatannya, Charles terancam dijerat dengan pasal 126 huruf c UU RI No. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500 juta.

“Kami masih menunggu konfirmasi dari dinas terkait, untuk keabasahan data tersebut,” tutupnya.